RUTAN UNAAHA

TAMPAK DEPAN RUTAN UNAAHA

SEJARAH

> SEJARAH

Rumah Tahanan Negara (disingkat Rutan) adalah tempat tersangka atau terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan di Indonesia. Rumah Tahanan Negara merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (dahulu Departemen Kehakiman).

Rutan didirikan pada setiap ibukota kabupaten atau kota. Dan apabila perlu, dapat dibentuk pula Cabang Rutan. Di dalam lingkungan Rutan, ditempatkan para tahanan yang statusnya masih dalam proses penyidikan, penuntutan, dan masa pemeriksaan atau banding di tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan tinggi ataupun Mahkamah Agung. Dalam Sistem Pemasyarakatan, Rutan merupakan instansi yang terlibat dalam penegakan hukum tahap pre-adjudikasi. Pada tahap inilah Sistem Pemasyarakatan berperan dalam memberikan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Rutan Unaaha mulai aktif beroperasi sejak 5 November 2007.

 

DASAR HUKUM

> DASAR HUKUM

  1. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor : M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2010 Tanggal 30 Desember 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
  2. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 28 tahun 2014 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
  3. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 30 tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

 

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

> TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM R.I No. 03.PR.07.03 Tahun 1985 tertanggal 20 September 1985 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Tahanan Negara dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara dan Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman R.I No.02-PK.04.10 Tahun 1990 tertanggal 10 April 1990 Tentang pola Pembinaan Narapidana dan Tahanan serta, Petunjuk Pelaksana dan Petunjuk Teknis No. E76-UM.01.06 Tahun 1986 tertanggal 17 Pebruari 1985 Tentang Perawatan Tahanan dan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM R.I  No. M.01.PR.07-10 Tahun 2005, Rumah Tahanan Negara Berkedudukan Sebagai Unit Pelaksana Teknis yang Melaksanakan Tugas Pokok Departemen Hukum dan HAM R.I.

Tugas Pokok Rumah Tahanan Negara adalah melaksanakan perawatan terhadap tersangka atau terdakwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Pasal 2)

Fungsi Rutan adalah :

  1. Melakukan Pelayanan Tahanan.
  2. Melakukan Pemeliharaan Keamanan dan Tata Tertib Rutan.
  3. Melakukan Pengelolaan Rutan.
  4. Melakukan Urusan Tata Usaha. (Pasal 3)

 

STRUKTUR ORGANISASI DAN PEJABAT

> STRUKTUR ORGANISASI DAN PEJABAT RUMAH TAHANAN KELAS IIB UNAAHA

Presentasi2

KETERANGAN :

KEPALA RUTAN                                :              HERIANTO, A.Md.I.P., S.H., M.Si.

karutan2

SUB SEKSI PENGELOLAAN          :             MUHAMMAD ARAFAD, S.H.   .

arafad

SUB SEKSI YANTANA                    :           SUPRIONO, S.H.

supriono

KPR                                                 :           PAULUS DARMA KATTO, S.E

paulus

 

Alamat

ALAMAT

Beralamat di Jl. Pemasyarakatan Desa Lalonggawuna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dengan kapasitas 300 orang. Saat ini dihuni sekitar 303 orang WBP.

 TAMPAK ATAS RUTAN UNAAHA

GALERY

personil

FOTO SELURUH PEGAWAI RUTAN KELAS IIB UNAAHA

 

personil2

 

personil3

Cetak