Cegah Corona, 59 Warga Binaan Rutan Kolaka Dapat Asimilasi Rumah

Kolaka- Beberapa waktu lalu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) mengeluarkan kebijakan dalam bentuk Permenkumham No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Menindaklanjuti peraturan tersebut, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kolaka akan mengeluarkan 59 Narapidananya untuk menjalani Program Asimilasi di Rumah masing masing.

IMG 20200403 WA0005

Kepala Rutan Kolaka, Darwan, dalam arahannya mengatakan bahwa program ini adalah usaha untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19. "Ini salah satu usaha dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kami harapkan ke-59 narapidana dapat melaksanakan amanah dengan tetap di rumah, berkelakuan baik, tidak melakukan tindak kejahatan, dan mengikuti instruksi pemerintah setempat terkait dengan wabah virus Corona ini," pesan Darwan, Kamis (2/4).

Dia menambahkan bahwa ke-59 narapidananya akan dikeluarkan secara bertahap. "Hari ini kita keluarkan 17 orang. Totalnya nanti 59 orang yah. Semua akan kita keluarkan secara bertahap. Dan nantinya mereka akan diawasi oleh Petugas Balai Pemasyarakatan" tambahnya.

IMG 20200403 WA0003

IMG 20200403 WA0003

Cegah Penyebaran Covid-19, Kadivpas Genjot UPT Beri Asimilasi sesuai Permenkumham No. 10 Tahun 2020

Kendari- Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia mengeluarkan Permenkumham No. 10 Tahun 2020 bagi Warga Binaan yang mendekati 2/3 masa pidana yang terhitung sampai 31 Desember 2020 dengan menjalani asimilasi di rumah masing-masing.

Salah satu bentuk implementasi terhadap Permenkumham No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19, serta Surat Edaran Dirjenpas Nomor: PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan dan Penyebaran Covid-19, Kepala Divisi Pemasyarakatan Sultra, H. Muslim menegaskan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas/Rutan se-Sulawesi Tenggara untuk segera melaksanakan dan melaporkan perkembangan narapidana yang mendapatkan asimilasi yang sesuai dengan syarat tersebut. Hal ini sebagai tindak lanjut hasil teleconference pada tanggal 31 Maret 2020 arahan dari Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Dengan sigap para Kepala UPT Pemasyarakatan pun sampai saat ini sudah melaksanakan dan selebihnya dalam proses, dengan jumlah sebanyak 164 orang warga binaan yang sedang menjalani asimilasi di rumah masing-masing dari prediksi yang akan diasimilasikan sebanyak lima ratusan warga binaan Lapas, Rutan dan LPKA se Sulawesi Tenggara.

Adapun beberapa kriteria yang harus terpenuhi bagi warga binaan yang memdapatkan asimailasi, sebagai berikut: Narapidana yang 2/3 (dua per tiga) masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, Anak yang 1/2 (satu per dua) masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, Narapidana dan Anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012, yang tidak menjalani subsidaer dan bukan warga negara asing, Asimilasi dilaksanakan di Rumah sampai dengan dimulainya integrasi berupa Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat Dan Surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh Kepala Lapas, Kepala LPKA dan Kepala Rutan.

"Dengan adanya Peraturan Menteri tersebut maka kita akan mengasimilasikan yang memenuhi syarat 2/3 masa pidana warga binaan dan 1/2 bagi anak binaan yang terhitung sampai 31 desember 2020 harus dikeluarkan sambil menunggu SK Pembebasan Bersyarat atau Cuti Bersyarat. Ini adalah salah satu cara upaya pencegahan penyebaran dan penanggulangan COVID-19 karena dengan keluarnya maka akan mengurangi potensi tingkat kepadatan dan over kapasitas penghuni yang terdapat di Lapas dan Rutan", ungkap H. Muslim, Kamis (2/4).

IMG 20200402 WA0056

IMG 20200402 WA0056

Pengidap Corona Meningkat, Rutan Kolaka Terus Lakukan Pencegahan

Kolaka- Jumlah Penderita Virus Corona atau COVID-19 semakin hari semakin meningkat. Tercatat hingga tanggal 20 Maret 2020, sudah lebih dari 300 ribu orang di seluruh dunia yang terjangkit virus ini. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi seluruh pihak termasuk di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kolaka.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menanggulangi hal ini. Mulai dari sosialisasi cara mencuci tangan yang benar, mengganti layanan kunjungan untuk sementara waktu dengan layanan Video Call sampai menggelar Dzikir dan Doa Bersama Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kolaka.

Tidak henti di situ, kali ink Rutan Kolaka bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Menggelar Sosialisasi Pengenalan Virus Corona kepada WBP Rutan Kolaka yang di rangkaikan dengan kegiatan Skrining Tuberkulosis (TBC) di Aula Rutan Kolaka, Jumat (20/3).

dr. H. Abdul Aziz Amin yang bertugas sebagai Dokter di Rutan Kolaka mengatakan bahwa Sosilisasi seperti ini sangat penting agar orang orang dapat tau tentang virus corona. "Sangat penting tentunya, dengan ini kita bisa tau apa sebenarnya virus corona itu, apa penyebabnya, bagaimana cara mengatasinya," ungkap Aziz.

"Tadi saya sudah sampaikan kepada Warga Binaan, setelah sosialisasi ini semua harus bisa menjelaskan kepada orang lain kalau sewaktu waktu ada yang bertanya tentang apa itu corona," tambahnya

Dalam kegiatan tersebut juga di dilakukan Pengecekan TBC terhadap warga binaan rutan kolaka melalui Skrining TBC.

IMG 20200322 WA0022

IMG 20200322 WA0022

Penyemprotan Cairan Desinfektan, Karutan : Pegawai dan WBP Perioritas Kami

Kolaka- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kolaka bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka melakukan Penyemprotan Cairan Desinfektan di Kantor Rutan Kolaka pada hari ini, Selasa (24/03).

Kepala Rutan Kolaka, Darwan, mengatakan bahwa ini ada adalah salah satu usaha untuk mencegah penyebaran Virus Corona di lingkungan Rutan. " Ini salah satu usaha kami agar penyebaran Virus Corona ini tidak sampai masuk di lingkungan Rutan. Tentu seluruh Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi perioritas kami," kata Darwan.

"Tentu kami terus melakukan usaha usaha pencegahan. Terakhir, Kami meniadakan layanan kunjungan untuk sementara dan mengganti dengan Layanan Video Call. Itu juga salah satu usaha kami untuk mencegah masuknya virus tersebut", tambahnya.

Penyemprotan Cairan Desinfektan dilakukan mulai dari Ruang Kerja Pegawai sampai Blok Hunian WBP.

IMG 20200326 WA0003

IMG 20200326 WA0003

IMG 20200326 WA0003

Kakanwil dan Kadivpas Antisipasi Penyebaran Covid-19 Bagi WBP dan Petugas di Lapas Kendari

Kendari- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sulawesi Tenggara (Sofyan) yang didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (H. Muslim) dan Kepala Lapas Kelas IIA Kendari (Samad) membuka kegiatan Sosialisasi Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Virus Corona (Vicon-19). Kamis(19/03)

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Kendari Puskesmas Lepo-Lepo, sebanyak tujuh orang dokter dan perawat bantu lainnya yang akan memeriksa wbp tersebut.
Adapun warga binaan yang diikutkan pada sosialisasi ini merupakan beberapa perwakilan dari tiap tiap kamar hunian yang nantinya akan menginformasikn ke teman kamar mereka, hal ini dilakukan agar tidak bersentuhan langsung dengan satu dan yang lainnya.

Dalam sambutannya, Kakanwil mengungungkapkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh warga Lapas Kendari tentang bagaimana cara untuk mengatasi ataupun mencegah penyebaran virus berbahaya ini. Beliau sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Puskesmas Lepo-Lepo tersebut. "Kehadiran mereka ini sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi teman-teman dari Puskesmas Lepolepo yang telah datang membantu kita disini. Saya berharap agar segala bentuk tenaga dan perlengkapan kesehatan bisa mendukung untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bagi Warga binaan beserta seluruh pegawai Lapas ," ungkapnya.

Demi menjaga dan mengantisipasi maka langkah antisipasi dan waspada terhadap penyebaran wabah Virus Corona (COVID – 19) yang sampai saat ini terjadi,
Kadivpas Sultra (H. Muslim) juga menyampaikan kepada para Warga binaan pemasyarakatan di Lapas maupun di Rutan untuk memberitahu kepada pihak keluarga maupun kerabat untuk sementara waktu aktifitas berkunjung sedikit terganggu dan Mohon dimaklumi. Adapun kegiatan besukan dialihkan ke media Video Call yang disediakan oleh masing masing Lapas Rutan agar komunikasi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dihimbau pula agar warga binaan harus membiasakan diri dalam pola hidup bersih, sehat dan kegiatan olahraga yang teratur serta pengecekan suhu badan.

Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Sekjen Kemenkumham Nomor : SEK-02.UT.02.02 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease COVID-19 di Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

IMG 20200320 WA0063